Sistem Pengereman Motor (Motor System Brake)

Brake system motor adalah sebuah sistem mekanis yang berfungsi untuk menghalangi sesuatu gerakan. Jika dilihat dari prinsip kerjanya, sistem pengereman  berlawanan dengan sistem kopling. Sistemkopling berfungsi untuk mentransmisikan gerak antar poros penggerak dengan poros yang di gerakan. Untuk pembatasan yang lebih dalam mengenai sistem kopling. Anda dapat membaca artikel kami di sini.

Sesuai dengan rumus K = mv2/2, besar gaya kinetic akan naik sebesar kuadarat dari kecepatan suatu benda, sehingga sebuah benda yang memiliki kecepatan 10 m/s memiliki gaya kinetik 100 kali lebih besar dari pada benda yang bergerak dengan kecepatan 1 m/s. Hal ini juga menandakan bahwa benda yang bergerak  pada 10 m/s tadi membutuhkan jarak pengereman yang lebih jauh 100kali dari pada benda yang berkecepatan 1 m/s.

Secara teori sistem pengereman mengurangi kecepatan suatu benda dengan jalan mengkonversienergi kinetik yang ada pada kedalam bentuk lain. Pada rem cakram atau tromol kendaraan bermotor misalnya, ia mengubah gaya kinetik pada putaran poros roda menjadi energi panas dan secara berangsur-angsur udara panas tersebut di lepaskan ke atmosfer.

Rem tromol atau cakram diatas termasuk kedalam jenis rem friski yang menggunakan gaya gesek dalam bekerja. Disamping itu juga ada beberapa jenis sistem rem yang lain, berikut diantaranya:

Rem Pompa

Apkah anda mengenal istilah Engine Brake, Engine brake adalah pada saat sebuah sistem motor bakar yang sedang bekerja pada putaran/ rpm tertentu, secara tiba-tiba dihentikan supply bahan bakarnya. Sehingga yang masuk ke ruang bakar hanya untuk udara saja. Karena pada ruang  bakar mesin tidak terjadi ledakan proses pembakaran, maka gerak piston menjadi proses konpresi udara yang menggunakan tenaga dari putaran poros. Jika mesin tersebut adalah sebuah truk diesel, maka pada saat engine brake berlangsung, tenaga dorong truk akibat kelembabanya  di hambat oleh piston mesinya yang tidak mengalami proses pembakaran. Engine brake inilah yang di maksud dengan pengereman sistem pompa.

Rem Fisik

Jenis rem ini adalah yang paling umum di gunakan dan paling banyak di pahami oleh orang-orang. Kendaraan-kendaraan bermotor menggunakan sistem pengereman ini. Rem dengan jenis ini mengunakan gaya gesek untuk mengurangi kecepatan dari sebuah benda yang bergerak. Pada kendaraan bermotor kita mengenal rem tromol (drum brake) serta rem cakaram (disk brake )yang keduanya termasuk kedalam jenis rem fisik. Rem hidrodinamik juga termasuk kedalam sistem rem fisik. Rem hidrodinamikadalah sistem rem yang di gunakan pada media fluida. Contoh dari rem ini adalah rem parasut pada mobil-mobil balap drag race, dan juga rem yang di gunakan pada peswat terbang saat berada di udara.

Rem Elektromagnetik

Sistem pengereman ini menggunakan gaya elektromagnetik untuk memperlambat sesuatu gerakan, yang umumnya adalah gerak poros. Sebuah piringan dengan bahan logam non-ferromagnetik tepasang sebuah poros berputar. Piringan tersebut diapit oleh sisi stator berupa sistem lilitan elektromagnetik yang dapat membangkitkan medan magnet dari aliran listrik. Arus listrik menimbulkan medan magnet pada lilitan. Dan logam yang memotong medan magnet tersebut akan menimbulkan  arus eddy pada piringan itu sendiri. Arus eddy ini akan menimbulkan medan magnet yang arahnya  berlawanan dengan medan magnet sebelumnya, sehingga menghambat gerakan dari putar poros tersebut.

Rem Regeneratif

Pengereman regeneratip, atau yang lebih di kenal dalam bahasa inggris dengan istilah regenerative braking, menjadi satu sistem pengereman yang dapat  meminimalisir energi terbuang pada sistem pengereman konversional.